Peresmian Markaz An-Nur Tasikmalaya

11 Januari 2016, Markaz An-Nur di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat diresmikan Selengkapnya »

Markaz Pembinaan Yatim

Selengkapnya »

Youth Leadership Camp

Selengkapnya »

Student Development Program

Selengkapnya »

Tebar Qurban

Selengkapnya »

Berbagi Buka Puasa Ramadhan

Selengkapnya »

 

Catatan Perjalanan Dari 5th Global Youth Forum 2017 ( Bagian 2 )

Jumat, 10 Februari 2017

Sekitar pukul 07.00 waktu Malaysia kami semua berkumpul di tepi pantai per kelompok untuk bersama berdzikir wirid pagi. Momen ini menjadi begitu hangat ditemani sinar mentari pagi dan deburan ombak pantai. Pukul 08.30 waktu Malaysia, waktunya kelompok saya masuk ke babak final perlombaan volley. Alhamdulillah kami meraih juara satu dalam perlombaan volley ini mengalahkan tiga kelompok lain.

Pukul 09.15, sesi materi selanjutnya tentang Tamayyuz Al-Qiyami yang disampaikan oleh Dr. Ibrahim Ad-Diyabi yang berasal dari Mesir. Sayangnya saya mengalami kesulitan memahami lahjah (aksen) beliau yang banyak memakai bahasa ‘ammiah (bahasa pasaran) orang Mesir. Sesi materi kali ini cukup panjang sekitar tiga jam.

Di hari terakhir ini, kami berangkat untuk rihlah pada pukul 15.00 menuju air terjun Pandan yang terletak tidak terlalu jauh dari lokasi acara. Kami berangkat menggunakan bus. Sekitar dua kilometer dari lokasi air terjun, peserta dipersilahkan untuk berjalan bagi yang mau.

Catatan Perjalanan Dari 5th Global Youth Forum 2017 ( Bagian 1)

Global Youth Forum (NAMA) adalah kegiatan yang diadakan oleh World Assembly Of Muslim Youth (WAMY) yang berpusat di Arab Saudi. Kegiatan tahunan yang mulai diadakan sejak tahun 2012 ini mempertemukan para pemuda dari berbagai Negara dalam satu forum pelatihan dan pengembangan diri. Diantara tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk membentuk pemuda unggul dalam berbagai bidang keahlian, saling mengenal antar pemuda pilihan dari berbagai negara, bertukar pikiran dan ide antar peserta, dan mendapatkan manfaat dari para pengisi acara.

Tahun 2017 menjadi kehormatan bagi Malaysia untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini. Dengan mengambil tema “Pemuda dan Keunggulan”, forum yang diadakan untuk kelima kainya ini mendatangkan peserta sebanyak 130 pemuda dari 20 negara termasuk 5 orang dari Indonesia.

LAPORAN IMAM PROFESSIONALISM COURSE 2016 (II) Oleh Sholahuddin Al-Ayubi

3. Kunjungan

Setiap satu atau dua hari dalam setiap pekannya kami para peserta diajak untuk mengunjungi berbagai organisasi yang ada di Malaysia yang mana setiap organisasi memiliki keunikan dan kelebihan yang berbeda-beda. Pada kunjungan pertama kami mengunjugi WAMY Malaysia selaku tuan rumah dari training ini, kemudian kami juga mengunjungi Islamic Relief Malaysia, sebuah organisasi yang fokus area nya adalah bantuan kemanusiaan.

Kunjungan tidak hanya di ibu kota saja, panitia juga mengagendakan agar kami mengunjungi MACMA (Malaysian Chinese Muslim Association) sebuah asosiasi Muslim dari dari kalangan tionghoa, menurut data statistik yang mereka punya setiap satu bulannya 5-6 cina malaysia menyatakan dirinya untuk masuk islam melalui dakwah yang mereka sebarkan.

LAPORAN IMAM PROFESSIONALISM COURSE 2016 (I) Oleh Sholahuddin Al-Ayubi

Bismillahirahmanirrahim. Pertama saya mengucapkan terima kasih banyak Allah SWT atas izin nya saya dapat belajar banyak hal selama saya mengikuti program ini. Kemudian saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Direktur WAMY Indonesia KH. Aang Suandi Lc yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bergabung dalam IPC 2016 juga kepada seluruh staff WAMY Indonesia atas dukungannya Alhamdulillah saya bisa mengikuti training ini dengan lancar.

Tidak lupa juga saya haturkan terima kasih kepada WAMY Malaysia selaku organizer telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi peserta meskipun saya bukan seorang imam seperti peserta pada umumnya untuk mengikuti training yang luar biasa ini selama hampir satu bulan lamanya. Hanya Allah SWT yang dapat membalas kebaikan kalian semua.