Peresmian Markaz An-Nur Tasikmalaya

11 Januari 2016, Markaz An-Nur di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat diresmikan Selengkapnya »

Markaz Pembinaan Yatim

Selengkapnya »

Youth Leadership Camp

Selengkapnya »

Student Development Program

Selengkapnya »

Tebar Qurban

Selengkapnya »

Berbagi Buka Puasa Ramadhan

Selengkapnya »

 

Catatan Perjalanan Dari 5th Global Youth Forum 2017 ( Bagian 1)

Global Youth Forum (NAMA) adalah kegiatan yang diadakan oleh World Assembly Of Muslim Youth (WAMY) yang berpusat di Arab Saudi. Kegiatan tahunan yang mulai diadakan sejak tahun 2012 ini mempertemukan para pemuda dari berbagai Negara dalam satu forum pelatihan dan pengembangan diri. Diantara tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk membentuk pemuda unggul dalam berbagai bidang keahlian, saling mengenal antar pemuda pilihan dari berbagai negara, bertukar pikiran dan ide antar peserta, dan mendapatkan manfaat dari para pengisi acara.

Tahun 2017 menjadi kehormatan bagi Malaysia untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini. Dengan mengambil tema “Pemuda dan Keunggulan”, forum yang diadakan untuk kelima kainya ini mendatangkan peserta sebanyak 130 pemuda dari 20 negara termasuk 5 orang dari Indonesia.

Selama kegiatan ini berlangsung, para peserta diberikan berbagai bekal materi dan pelatihan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Dalam kegiatan ini turut menghadirkan para pemateri pilhan yang berasal dari berbagai Negara dengan bidang kelimuan yang beragam serta dipandu oleh para panitia yang berpengalaman.

Senin, 6 Februri 2016

Alhamdulillah tepat pukul 13.58 waktu Indonesia atau 14.58 waktu Malaysia saya bersama 4 orang kawan yaitu Ahmad Saifuddin, Ahmad Wahyudi, Abdullah Masud Al-Akhyari, Muhammad Ridho mendarat di Bandar Udara Kuala Lumpur Airport dengan selamat. Setelah mengurus bagasi dan barang bawaan lainya kami bertemu panita Ust. Abdur Rouf, beliau juga merupakan salah satu staf di kantor WAMY Malaysia. Kemudian kami langsung bergerak menuju Hotel Swiss-Garden Beach Resort kota Kuantan, wilayah Pahang Pahang, perjalanan akan memakan waktu sekitar 5 jam. 

Sepanjang perjalanan kami disuguhi oleh pemandangan yang membius mata, jalanan rapih dan tanpa macet. Sesekali kami melewati bukit sejuk yang terjaga keasrianya hampir mirip di puncak, sekali juga melewati terowongan yang membelah bukit membuat kami begitu menikmati perjalanan ini sampai akhirnya kami tiba di lokasi acara pukul 21.59. Malam itu kami setelah membersihkan diri, kami pun segera tidur karena lelah setelah menghabiskan waktu berjam-jam menuju Kota Kuantan.

Selasa, 7 Februari 2017

Selepas menunaikan shalat subuh berjamaah, kami berjalan menuju pinggir laut yang terletak di belakang hotel. Sambil menikmati suara deburan ombak kami terus menyusuri pantai menanti matahari menampakkan diri. Saat matahari mulai mengintip, pemandangan di pantai itu terlihat indah sekali. Ketika hari sudah mulai panas kami pun kembali ke hotel untuk sarapan pagi sambil bercengkrama dengan beberapa peserta dari timur tengah yang sudah tiba di lokasi acara

Pada hari ini kegiatan dari panitia hanyalah penyambutan para peserta dan pembagian kamar serta kelengkapan acara berupa buku dan alat tulis, papan nama, dan seragam.

Rabu, 8 Februari 2017

Acara diawali dengan shalat subuh berjamaah kemudian dilanjutkan dengan arahan dari panitia serta pembagian kelompok. Dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi empat kelompok yaitu, kelompok Dhiya, kelompok ‘Atha, kelompok Bina, dan kelompok Ikha.  Kemudian para peserta dipersilahkan untuk berisap-siap serta sarapan pagi.

Pukul 10.30 waktu Malaysia kami berkumpul di aula acara untuk mengikuti rangkaian pembukaan acara. Pada pembukaan ini kami mendapatkan berbagai arahan tentang kegiatan dan sambutan dari panitia serta sesi pengenalan. Selepas pembukaan, kami berkumpul sesuai kelompok yang telah dibagikan, saya sendiri berada di kelompok Dhiya yang mengenakan seragam berwarna orange. Ketua kelompok saya, Daud Al-Ju’aili yang merupakan peserta asal Saudi memimpin kelompok dan memulai sesi perkenalan antar anggota kelompok. Setelah itu kami diminta untuk mendaftarkan diri pada perlombaan yang disediakan panita. Pada kali ini saya mendaftar pada lomba tenis meja dan volley pantai.

Setelah itu kami masuk pada sesi materi pertama tentang Pentingnya Kesehatan yang disampaikan oleh Dr. Sholih bin Sa’ad Al-Anshori. Pada materi kali ini saya mendapat banyak sekali pelajaran tentang pentingnya kita menjaga kesehatan sedini mungkin. Beliau juga mengungkapkan beberapa fakta tentang menurunnya pola hidup sehat anak remaja. Pada materi ini kami tidak hanya mendapatkan teori melainkan kami juga diajak untuk praktik langsung serta simulasi yang berhubungan dengan materi.

Pukul 15.25 waktu Malaysia, sesi selanjutnya yaitu Tajarub Syababiyah, yaitu presentasi dari peserta tentang pengalaman mereka dalam membuat kegiatan. Pada kesempatan ini saya juga ikut serta menjadi peserta perlombaan tajarub ini dan saya mempresentasikan tentang kegiatan “Rumah Ramadan” yang saya adakan pada bulan Ramadan lalu bersama Ikatan Silaturrahim Alumni Pesantren Terpadu Al-Kahfi (KASAHF) Bogor. Kegiatan yang saya presentasikan ini merupakan kegiatan pesantren kilat yang diadakan di Kampung Kukupu, Bogor untuk anak-anak usia sekolah dasar yang tidak mampu.

Pada sore hari sekitar pukul 16.00 kami melakukan kegiatan perlombaan olahraga. Sayangnya saya tidak berhasil lolos ke babak selanjutnya di perlombaan tenis meja, namun kelompok saya berhasil lolos di perlombaan volley pantai.

Tepat pukul 20.00 waktu Malaysia selepas shalat dan makan malam, kami melanjutkan acara ke sesi materi selanjutnya yaitu tentang keunggulan ilmu yang disampaikan oleh Dr. Walid yang kemudian acara hari ini ditutup dengan beberapa penampilan yel-yel dari tiap kelompok.

Kamis, 9 Februari 2017

Pada hari ke tiga, selepas Shalat subuh kami bersiap untuk kegiatan olahraga dan melanjutkan beberapa pertandingan olahraga. Pada pukul 10.30 kami melanjutkan sesi materi di aula tentang Tamayyuz Fikri (keunggulan gagasan) bersama Ust. Masfar bin Ali Al-Qahthani.

Agenda hari ini cukup luang yang kami gunakan untuk persiapan penampilan jalsah simar di malam hari. Kelompok saya pun tak mau ketinggalan menunjukkan kemampuannya. Saya bergabung dalam penampilan drama. Sore hari sekitar pukul 17.00 kami mempersiapkan drama dan sayapun bertindak sebagai tokoh seorang anak raja yang nakal kemudian dikirim untuk belajar agar kelak dapat menggantikan ayahnya.

Malam harinya pada pukul 20.00 waktu Malaysia adalah sesi materi bersama Dr. Muhammad bin Ali Al-Hazmi dengan tema Tamayyuz Adabi (keunggulan budaya dan bahasa). Setelah materi, tibalah waktu bagi tiap kelompok menampilkan kemampuannya. Ada yang menampilkan drama, nasyid, syair, yel-yel, dan lain-lain. Suasana malam hari ini pun terasa begitu meriah.

(Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *