Peresmian Markaz An-Nur Tasikmalaya

11 Januari 2016, Markaz An-Nur di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat diresmikan Selengkapnya »

Markaz Pembinaan Yatim

Selengkapnya »

Youth Leadership Camp

Selengkapnya »

Student Development Program

Selengkapnya »

Tebar Qurban

Selengkapnya »

Berbagi Buka Puasa Ramadhan

Selengkapnya »

 

Kajian Kontemporer edisi ke-2 (Manhaj Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah)

KAJIAN 2 (2)Dalam setiap bulan pada pekan ketiga, WAMY Indonesia menggelar kajian kontemporer, yaitu membedah buku Gerakan Keagamaan dan Pemikiran. Setelah kajian edisi perdana, bulan lalu Ustadz Najiyullah, Lc menyampaikan muqoddimahnya, dan pada pekan kali ini (17/01/15) yaitu kajian edisi ke-2 membahas tentang Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Peserta yang hadir mencapai 250 orang lebih, mulai dari pelajar SMA sampai yang sudah sepuh. Ustadz Aang Suandi selaku diektur WAMY Indonesia mengatakan pada forum “masih kurang, peserta pada bulan lalu lebih banyak dari pada sekarang” . memang pada bulan yang lalu peserta lebih banyak, hingga kekurangan tempat kursi duduk.

Kajian ini di moderator oleh Maulianda (Alumni PPMU angkatan 1) mahasiswa LIPIA asal Aceh, pada permulaan beliau mengatakan “Banyak gerakan yang mengaku bahwa merekalah Ahlussunnah, dan menyalahkan gerakan lain yang tidak sejalan dengan mereka”. Dan Ustadz Najiyullah, Lc dalam penyampaian materinya memberikan pemaparan bahwasanya apapun gerakannya, jika memenuhi kriteria yang telah disebutkan tadi yaitu manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah, dan selama tidak keluar dari hal-hal tersebut, maka mereka tetap Ahlus Sunnah.

KAJIAN 2 (3)

Pada akhir sesi Tanya Jawab ada siswi SMA yang tergabung dalam rohis di sekolahnya menanyakan persoalan pemikiran yang dihadapi oleh sekolahnya, “Ustadz, sekarang di sekolah saya seperti ada pemikiran syiah dan liberal yang mulai masuk, termasuk juga guru-guru sudah mulai tercemari oleh pemikiran tersebut, kita sebagai rohis sekolah mulai resah dengan hadirnya pemikiran-pemikiran yang menyimpang tersebut, bagaimana kita menghadapinya?”

Ustadz Najiyullah, Lc pun menjawab “Indonesia ini terbuka, tapi umat Islam sendiri tidak memanfaatkan keterbukaan tersebut. Perbanyaklah kegiatan keislaman dan buatlah kajian-kajian pemikiran, supaya mereka tahu pemikiran mana saja yang menyimpang”. Realita sekarang umat Islam dihadapkan pada problematika pemikiran-pemikiran yang menyimpang dan sudah masuk ke sektor sekolah dan kampus. Oleh sebab itu umat Islam butuh para da’i yang teguh dan kuat dalam memberikan pemahaman pada masyarakat, akademisi dan rakyat secara umum akan pentingnya memahami pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Sesi pertanyaan hanya dibatasi bagi 4 orang, karena waktu yang padat. “Ustadz tidak mungkin menjawab semua pertanyaan pada sesi ini, karena beberapa yang antum tanyakan akan hadir di sesi kajian berikutnya”, kata Direktur WAMY di penghujung acara.

Para peserta sangat antusias dalam mengikut kajian pemikiran tersebut, disusul banyaknya peserta yang ingin membeli buku Gerakan Keagamaan dan Pemikiran, ada juga yang meminta info untuk kajian selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *