Peresmian Markaz An-Nur Tasikmalaya

11 Januari 2016, Markaz An-Nur di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat diresmikan Selengkapnya »

Markaz Pembinaan Yatim

Selengkapnya »

Youth Leadership Camp

Selengkapnya »

Student Development Program

Selengkapnya »

Tebar Qurban

Selengkapnya »

Berbagi Buka Puasa Ramadhan

Selengkapnya »

 

LAPORAN IMAM PROFESSIONALISM COURSE 2016 (II) Oleh Sholahuddin Al-Ayubi

3. Kunjungan

Setiap satu atau dua hari dalam setiap pekannya kami para peserta diajak untuk mengunjungi berbagai organisasi yang ada di Malaysia yang mana setiap organisasi memiliki keunikan dan kelebihan yang berbeda-beda. Pada kunjungan pertama kami mengunjugi WAMY Malaysia selaku tuan rumah dari training ini, kemudian kami juga mengunjungi Islamic Relief Malaysia, sebuah organisasi yang fokus area nya adalah bantuan kemanusiaan.

Kunjungan tidak hanya di ibu kota saja, panitia juga mengagendakan agar kami mengunjungi MACMA (Malaysian Chinese Muslim Association) sebuah asosiasi Muslim dari dari kalangan tionghoa, menurut data statistik yang mereka punya setiap satu bulannya 5-6 cina malaysia menyatakan dirinya untuk masuk islam melalui dakwah yang mereka sebarkan.

Uniknya lagi mereka juga mengelola sebuah komplek terpadu bernama as’saadah dimana bentuk bangunannya seperti bangunan tradisional di cina, saya yakin orang yang tidak mengetahuinya tidak akan mengira bahwa itu adalah sebuah masjid terpadu layaknya sebuah Islamic Centre. Di dalam komplek tersebut ada sebuah masjid sebagai bangunan utama, asrama untuk para penghafal quran, aula, dapur, ruang makan, taman dan masih banyak lagi.

Ketika mengunjungi JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) kami berdiskusi tentang isu isu hangat mengenai Islam di Malaysia dan Islam di Negara kami masing masing. Selalu ada hal baru, bermanfaat dan juga berharga ketika kami mengunjungi banyak organisasi organisasi disana terlebih ketika kami mengunjungi Dar al Quran sebuah tempat khusus untuk menghafal quran dan juga untuk belajar. Tempat ini dimiliki oleh JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia).

Kreatifnya bukan hanya menghafal Al Quran, ditempat ini para menghafal juga belajar seperti layaknya mahasiswa pada umumnya karena Dar Al Qur’an bekerja sama dengan kampus kampus ternama di Malaysia seperti IIUM (International Islamic University Of Malaysia) dan USIM (Universiti Sains Islam Malaysia). Kedua kampus ini menyediakan kelas secara khusus untuk para penghafal Al Qur’an. Dengan kata lain ketika mereka lulus dari Dar Al Qur’an mereka juga lulus kuliah dari salah satu diantara dua kampus tersebut.

Sebagian seminar keislaman juga dilakukan ketika waktu outing/visit sehingga suasana nampak lebih fresh. Sebagai contohnya ketika kami mengikuti pemotongan halal management, kuliah ini diadakan di salah satu masjid bernama Usamah Bin Zaid uniknya lagi masjid ini memiliki komplek pemotongan sehingga memudahkan kami untuk mengerti lebih dalam terkait dengan materi yang diberikan.

4. Lokakarya

Untuk mengasah dan melatih skill kepemimpinan para peserta juga dilatih untuk bekerja kelompok dan diberikan simulasi untuk memecahkan masalah dan mencari solusi terbaik dalam setiap masalah. Sebagai contohnya ketika kami para peserta dihadapi dengan kasus pengelolaan masjid yang baik dan benar, dalam setiap kelompok semua peserta dituntut untuk berfikir cerdas bagaimana mengelola sebuah masjid dengan professional, dan diakhir sesi setiap perwakilan dari kelompok diharuskan untuk mempersentasikan apa yang sudah mereka diskusikan sebelumnya.

5. Kegiatan Outdoor

Kegiatan menarik lainnya adalah rehlah bersama dengan staff WAMY Malaysia. Pada minggu kedua training kami, WAMY Malaysia mengajak kami untuk menikmati pantai dipesisir selat Melaka. Disana kami bersama sama menyiapkan barbeque untuk makan siang. Hal ini membuat suasana menjadi lebih akrab dan saling kenal satu dengan yang lain nya. Pada minggu sebelumnya saya diberi amanah oleh panitia untuk mengantar teman teman peserta lain nya keliling kota kuala lumpur. Hal yang menarik yang saya temukan ialah ketika melihat teman teman begitu takjub melihat kota besar, dan setelah saya ketahui ternyata ini adalah pengalaman mereka melihat gedung tinggi dengan mata mereka sendiri, mengingat ditempat mereka tinggal tidak ada kota metropolitan yang sibuk dihiasi dengan gedung pencakar langit.

WAMY juga mengajak kami untuk berolah raga bersama, itulah sebabnya di malam malam tertentu kita semua berkumpul di sport complex untuk bermain futsal bersama. Yang paling mengharukan dan tidak terlupakan adalah sharing moment di malam terakhir sebelum upacara penutupan, malam itu adalah malam yang istimewa bagi kami dimana seluruh peserta berkumpul dilapangan kemudian acara diisi oleh tadzkirah dan games santai selanjutnya ditutup oleh tangis haru para peserta karena kita akan berpisah dan tidak tahu apakah akan berjumpa lagi atau tidak. Hanya dengan empat minggu dari asing menjadi saudara, terlihat dari air mata yang mengalir juga eratnya pelukan ketika bermaaf maafan menjadi saksi bisu kedekatan kami antara satu peserta dengan yang lainnya.

Secara keseluruhan program training imam ini sangatlah bagus dan menunjang untuk kebutuhan dakwah, materi yang dihadirkan juga relevant dengan apa yang dibutuhkan. Dengan mempertemukan saudara muslim dari satu tempat dengan tempat yang lain nya ini akan membuka perspektif yang lebih luas, ditambah dengan adanya interaksi yang kuat dengan mereka membuka banyak hal dari berbagai kaca mata baik itu dakwah relasi bisnis dan sebagainya. Menurut pendapat pribadi saya  ini adalah pengalaman yang sangat langka bisa bertemu dengan saudara muslim dari belahan lain yang hampir saya tidak pernah berfikir bahwa saya akan bertemu muslim dari pasifik. Saya berharap program ini bisa menjadi program tahunan sehingga banyak dari sahabat muslim dari tempat lain akan terfasilitasi untuk menunjang aktifitas dakwah mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *