Peresmian Markaz An-Nur Tasikmalaya

11 Januari 2016, Markaz An-Nur di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat diresmikan Selengkapnya »

Markaz Pembinaan Yatim

Selengkapnya »

Youth Leadership Camp

Selengkapnya »

Student Development Program

Selengkapnya »

Tebar Qurban

Selengkapnya »

Berbagi Buka Puasa Ramadhan

Selengkapnya »

 

Mari Bersiap Menyambut Ramadhan

فانوس-رمضان-6Apapun kondisi kita saat ini, Ramadhan sudah di depan mata, dan kita hanya punya waktu yang tinggal sedikit, jangan sampai waktu yang sedikit ini justru kita gunakan untuk bersenang-senang sebelum Ramadhan, mari kita gunakan untuk persiapan agar kita bisa maksimal beribadah di bulan Ramadhan dan meraih pahala sempurna.

Ada banyak hal yang harus kita siapkan sebelum datangnya bulan suci Ramadhan, diantaranya yaitu :

1. Persiapan Ruhiyah

Faktor ruhiyah sangat penting untuk mendukung kesempurnaan amal ibadah yang ditunaikan. Bahkan ia merupakan pondasi utama yang tanpa kehadirannya justru amalan ibadah menjadi sia-sia dan tak bernilai di sisi Allah subhaanahu wa ta’ala. Kewajiban berpuasa pun diserukan bagi orang-orang yang memiliki kesiapan ruhiyah (keimanan), sebagaimana firman Allah subhaanahu wa ta’ala : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Diantara ciri bahwa kita telah memiliki kesiapan ruhiyah, hati dan jiwa kita sudah terkondisikan sejak sebelum Ramadhan dan rindu untuk segera merasakan nikmatnya beribadah di dalamnya. Seperti do’a yang didengungkan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang Ramadhan, “Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan.. Artinya : Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami hingga bertemu bulan Ramadhan”.

Termasuk persiapan ruhiyah menjelang Ramadhan adalah mendekatkan diri kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dengan ibadah wajib dan sunnah. Serta menjauhi maksiat dan larangan-Nya. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri sebelum Ramadhan, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan dan menyempurnakan ibadah di dalamnya.10604428_578825892220249_6429570501261895943_o

2. Persiapan Jasadiyah (Jasmani)

نعمتان مغبون فيهما كثيرٌ من الناس: الصحة والفراغ
Dua kenikmatan yang kerap dilalaikan oleh kebanyakan manusia adalah nikmat sehat dan waktu luang.

Ramadhan adalah kesempatan (waktu) bagi kita melakukan banyak kebaikan karena pahala saat itu dilipatgandakan. Ibadah sunnah mendapatkan pahala amalan wajib, dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat pahalanya. Sangat disayangkan pada saat bulan Ramadhan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat.

Diantara persiapan fisik, bisa kita lakukan dengan cara berolahraga secara rutin dan pola makan teratur serta istirahat yang cukup dan juga membiasakan diri dengan shaum sunnah.

3. Persiapan Tsaqafiyah (Ilmu & Wawasan)

Pentingnya ilmu sebelum amal, karena kita harus tahu & memaknai apa yang kita amalkan. Jangan sampai kita tidak faham apa yang kita amalkan, apalagi sampai terjerumus dalam syubhat ataupun bid’ah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
”Siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang tidak ada landasannya dari (agama/ajaran) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).

Salah satu ungkapan Umar bin Abdul Aziz juga mengisyaratkan hal serupa: “Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia justru akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”

Persiapan ilmu bisa didapat dengan cara membaca buku atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan/Shaum.

4. Persiapan Maaliyah (Harta)

Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah sekedar dengan memborong berbagai macam makanan dan minuman lezat di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika berbuka ataupun untuk sekedar membeli baju baru, tetapi adalah untuk persiapan sedekah. Sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat. Ulama terdahulu bekerja keras sebelum ramadhan dan kemudian menginfaqkannya di bulan Ramadhan, karena mereka tidak ingin melewatkan bulan suci tersebut tanpa berinfaq sedikitpun.

Demikianlah beberapa hal penting untuk persiapan kita menjelang Ramadhan. Semoga kita bisa melaksanakan amalan-amalan di bulan Ramadhan dengan penuh khusyu’ dan optimal. Sehingga kita tidak menyesal kemudian saat bulan suci ini begitu saja berlalu sedangkan amalan kita sangat sedikit. Allahu a’lam bisshawab [amr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *