Peresmian Markaz An-Nur Tasikmalaya

11 Januari 2016, Markaz An-Nur di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat diresmikan Selengkapnya »

Markaz Pembinaan Yatim

Selengkapnya »

Youth Leadership Camp

Selengkapnya »

Student Development Program

Selengkapnya »

Tebar Qurban

Selengkapnya »

Berbagi Buka Puasa Ramadhan

Selengkapnya »

 

Murakkaz Al-Quran 10 hari 10 juz

MULTAQA QURANIProgram Pembinaan Mahasiswa Unggulan (PPMU) An-Nadwah adalah salah satu program pembinaan yang dikelola oleh World Assembly of Muslim Youth (WAMY) Kantor cabang Indonesia yang bertujuan membina mahasiswa khususnya mahasiswa LIPIA Jakarta agar menjadi Du’at yang siap terjun di masyarakat serta membimbing mereka menjadi pemimpin masa depan. Dalam program pembinaan tersebut banyak kegiatan-kegiatan positif dan inovatif, salah satunya adalah kegiatan “Murakkaz Al-Quran”. Kegiatan ini secara umum bertujuan menjadikan mahasiswa yang tergabung dalam PPMU bisa menyelesaikan hafalan 30 Juz dalam kurun waktu 2 tahun serta membangun kecintaan dalam berinteraksi dengan Al-Quran.

Setelah sukses dengan Murakkaz sebelumnya, WAMY Indonesia menggelar kembali kegiatan Murakkaz Al-Quran selama 10 hari (6 s/d 17 Januari 2015), maka dari itu kegiatan ini bertemakan “10 Hari 10 juz”.

Kegiatan kali ini dikhususkan bagi Akhwat PPMU, dan insyaAllah pekan depan khusus ikhwannya. Kegiatan ini dilaksanakan pada masa liburan semester di LIPIA karena keterbatasan waktu bagi mahasiswa/i PPMU, sebab masih banyak kegiatan intensif lainnya yang harus dilaksanakan selain kegiatan kuliah.

Dalam kegiatan murakkaz kali ini mendatangkan Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf sebagai motivator, karena para penghafal juga membutuhkan training motivasi supaya mereka lebih semangat dalam menghafal ayat-ayat Al-Quran. Ada banyak penyebab hilangnya semangat dalam menghafal Al-Quran, salah satunya adalah banyaknya dosa-dosa, karena dosa menyebabkan turunnya keimanan, ketika keimanan itu turun, maka hilanglah semangat untuk menghafal Al-Quran.

Salah satu ujian terberat yang dihadapi para penghafal Al-Quran adalah ‘adamul istiqomah (tidak adanya keistiqomahan) dalam menghafal, di lain sisi murojaah adalah suatu keharusan bagi penghafal Al-Quran, ibaratnya menghafal dan murojaah adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Ada banyak sekali fadhilah yang akan didapatkan seorang penjaga Al-Quran, dan salah satunya adalah menjadi “Ahlullah” (keluarga Allah). Menjadi Ahlullah adalah impian bagi setiap manusia, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia”, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad). Para ahli Al-Quran adalah mereka yang selalu bermuamalah dengannya, membaca dan menghafalnya serta memurojaah hafalannya,dan juga mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, sebagaimana Aisyah Ummul Mukminin menggambarkan bahwasanya Rasulullah SAW adalah Al Qur’an yang berjalan.

Dari 20 peserta yang mengikuti kegiatan ini, ada beberapa peserta yang sudah mengkhatamkan 30 juz. Dan insyaAllah peserta yang lain akan menyusul dalam kesempatan Murakkaz selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *